Home / Berita Bola / Pendapatan MU Kembali Turun Dan Sulit Datangkan Pemain Top, Ini Alasannya?

Pendapatan MU Kembali Turun Dan Sulit Datangkan Pemain Top, Ini Alasannya?

Manchester United FC
Manchester United FC

Man Utd di musim ini tidak ikut serta dalam kompetisi liga champions, liga champion di sisi lain merupakan tempat terbaik untuk para pemain dan klub-klub eropa berkompetisi dan mendapatkan gelimangnya pendapatan.

Dan pada saat ini, Man Utd dalam bahaya kehilangan Liga Champions untuk keempat kalinya dalam tujuh tahun musim ini, oleh karenanya Man Utd akan menghadapi masalah keuangan yang cukup besar jika mereka gagal lolos ke Liga Champions lagi.
Sang pelatih yakni Ole Gunnar Solskjaer membawa Man United memiliki catatan awal terburuk klub selama 30 tahun terakhir dengan enam poin di belakang posisi keempat Chelsea dan 38 di belakang pemimpin liga Liverpool. seperti yang dilansir dari situs premierleague (7/2/2020).
Man United memang masih berada di Liga Eropa tetapi kegagalan untuk mengamankan sepak bola di Liga Champions musim depan bisa menjadi masalah besar bagi Ed Woodward dan Glazers, karena Sponsor menjadi semakin tidak bersedia untuk mendukung juara Liga Premier 13 kali, yang menukik tajam sejak pelatih kawakan yakni Sir Alex Ferguson pensiun dari Man United.

Seperti yang dilansir dari situs skysport (7/2/2020) Man United hanya mendapatkan sedikit untung meskipun aliran pendapatannya sangat besar karena terpotong oleh biaya upah, transfer, dan utang staf.
Dan diyakini klub akan segera kehilangan uang yakni sebesar £20 juta dari kesepakatan kit mereka dengan Adidas karena mereka tidak masuk ke Liga Champions untuk tahun depan.
Namun, ada kontrak lain senilai ratusan juta yang akan datang untuk pembaruan di tahun-tahun mendatang dan ada tim lain yang lebih sukses yang akan dengan senang hati mengambilnya dari Man United.

Tiga minggu yang lalu, perusahaan akuntansi yakni Deloitte menerbitkan Football Money League tahunannya (via skysport, dan membuat poin yang seharusnya menjadi perhatian para penggemar, pemilik, pemain dan pelatih Man United.
Sebagai akibat dari kehilangan Liga Champions, musim lalu mereka mendapati penurunan dalam hal pendapatan, dan itu akan di perparah lagi dengan kemungkinan adanya penurunan pendapatan di musim ini yang diperkirakan menjadi sekitar £ 60-580 juta ($ 731-758 juta), yang turun dari £627 juta tahun lalu ($ 819 juta).
Laporan itu menambahkan bahwa ada hutang yakni senilai £200 juta untuk dilunasi pada tahun 2025 nanti, serta ikatan sekitar £385 juta pada tahun 2027 dan sekitar £200 juta untuk dibayarkan pada tahun 2029.

Man United akan dapat membiayai kembali ini, tetapi tanpa sepakbola Liga Champions, Man United bisa dipaksa mendapati suku bunga yang lebih tinggi atau penurunan pendapatan.
Laba masih akan mereka dapatkan namun kemampuan untuk membayar hutang tetap akan jauh lebih sulit. Kecuali jika gaji tinggi untuk pemain dan pengeluaran transfer berkurang secara signifikan.
Jika Man United mengambil langkah itu, Akibatnya akan semakin menyulitkan mereka untuk mendatangkan para pemain top ke Old Trafford untuk mengembalikan kesuksesan mereka.
Jika Man United tidak dapat menawarkan gaji baru kepada pemain baru, mereka kemudian harus bergantung pada keahlian transfer yang saat ini juga tidak mereka miliki dan itu akan semakin memperparah kondisi klub yang sedang terpuruk.
Akan tetapi terlepas dari itu semua, tentu para penggemar setia Man United berharap masalah yang sedang dihadapi oleh Man United segera mungkin terselesaikan. Agar Man United bisa kembali bersaing untuk merebutkan Gelar Premier League dan Liga Champions.

Comments

comments

About AdminDetikBola

Check Also

Europa League

10 Tim Dengan Kebobolan Paling Sedikit di 5 Liga Top Eropa, Liga Inggris Cuma Liverpool !

Selain dalam urusan membobol gawang lawan, menjaga gawang sendiri dari kebobolan juga menjadi salah satu …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *