Harapan Greysia Polii untuk Ketua PBSI yang Baru

Greysia Polii memberikan tanggapan mengenai kepengurusan yang baru Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI). Atlet pelatnas bulu tangkis ini berharap dengan kepengurusan ketua PBSI yang baru bisa menemukan formula terbaik untuk mengelola organisasi sebaik mungkin di tengah masa pandemi Covid-19.

Atlet ganda putri yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu ini mengungkapkan bahwa ada tugas paling penting untuk Ketua Umum PBSI baru, Agung Firman Sampurna. Ketua PBSI harus bisa memberi rasa aman bagi seluruh atlet.

Seperti diketahui bahwa sebelumnya Agung Firman Sampurna merupakan Ketua Badan Pemeriksa Keuangan. Dirinya diberi kepercayaan menjadi Ketua Umum PBSI untuk masa jabatan 2020-2024. Agung terpilih secara aklamasi pada Musyawarah Nasional PB PBSI di Serpong untuk memimpin PBSI pada hari Jumat, 6 November lalu.

 

Tugas Berat Menanti Pengurus PBSI Baru

Gresysia mengungkapkan bahwa dirinya belum tahu apakah sebelumnya Agung Firman Sampurna pernah terjun ke dunia olahraga atau belum. Akan tetapi, dirinya berpesan bahwa dunia olahraga ini akan berbeda dengan dunia politik dan lainnya. Hal ini diungkapkannya dalam Webinar Mengawal 100 Hari Kinerja Ketum PP PBSI Baru.

Greysia Polii menekankan bahwa pengurus PBSI akan mendapatkan tugas berat di tahun ini. Mereka harus mampu mencari pendanaan di tengah masa pandemi yang berakibat pada resesi ekonomi. Menurutnya, pendanaan atau kucuran dana dari sponsor akan bisa membantu pengurus dalam meningkatkan protokol kesehatan untuk semua atlet bulu tangkis.

Kepengurusan yang baru tersebut dimulai di tengah masa pandemi sehingga semua pihak butuh penyesuaian. Banyak hal perlu disesuaikan dengan ekstra oleh pengurus baru. Penyesuaian ini bukan hanya pada masalah teknis, tetapi juga non-teknis karena terkendala pandemi. Oleh karena itu, kepengurusan yang baru perlu usaha ekstra agar atlet terlindungi dan bisa berprestasi.

Atlet berbakat ini memiliki harapan besar pada model kerja sama di mana bisa terbangun dengan komunikasi dua arah yang baik antara federasi dan para pemain. Hal ini harus diupayakan untuk melindungi atlet. Di lain sisi, para atlet juga harus berprestasi seperti masa-masa sebelumnya.

Patokan utama raihan prestasi bulutangkis bisa dilihat dari sinergi yang baik antara atlet, pelatih, pengurus, dan staf di Pelatnas. Ini menjadi harapan terbesar Greysia dan semua pemain bulu tangkis. Jika semua harapan ini bisa diwujudkan, Greysia mengungkapkan jika atlet bulu tangkis akan meningkatkan prestasi dengan mudah.

 

Harapan Greysia Polii untuk Ketua PBSI yang Baru

Tiga Pekerjaan Utama yang Perlu Segera Dikerjakan

Dalam kepengurusan, masing-masing memiliki bagian sendiri, seperti atlet harus melakukan bagian mereka untuk berlatih dengan disiplin sedangkan pengurus berperan untuk memberi rasa aman. Ketua Umum yang baru, Agung, kini dituntut untuk memperbaiki beberapa hal penting di bulu tangkis nasional.

Yang pertama adalah memperbaiki kualitas sektor putri karena memang Indonesia sangat lemah di sektor ini. Indonesia jauh tertinggal dari China, Taiwan, Jepang, bahkan Thailand. Untuk sekarang hanya Greysia Polii dan Apriyani Rahayu yang bisa menunjukkan prestasi memuaskan setelah menembus empat besar peringkat dunia.

Tugas kedua adalah meningkatkan fasilitas pelatihan modern kelas dunia untuk menunjang keberhasilan para atlet. Sudah saatnya Indonesia memliki pusat pelatihan yang lengkap dan lebih modern dari Pelatnas Cipayung. Ketersediaan jumlah lapangan perlu ditunjang dengan adanya fasilitas lain, seperti gim, meeting center, kolam renang, dan lainnya.

Tugas penting yang ketiga adalah melakukan pembinaan usia muda. Meski memiliki regenerasi cukup baik, PBSI tidak bisa bersantai. Mereka harus memaksimalkan kualitas regenerasi dan mencari bibit-bibit muda terbaik. Kini, melalui Greysia, semua atlet mengharapkan kepemimpinan PBSI yang baru dapat memberi gebrakan positif di tengah pandemi.

About AdminDetikBola

Check Also

Kevin Sanjaya dan Marcus Gideon

Liga Turnamen Thailand, Kevin Sanjaya Dkk Siapkan Strategi Matang

Selama sekitar sembilan bulan tidak menjalankan pertandingan karena pandemi COVID-19 ini memang berdampak pada setiap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *