Author

AdminDetikBola - page 2

AdminDetikBola has 767 articles published.

Beginilah Perlakuan Sadis Para Pengeroyok Haringga Sirla Hingga Tewas

in Detik News
pengeroyok the jak detik-bola

Aditya Anggara (19) tiba-tiba melihat kerumunan Bobotoh di area parkir gerbang biru Stadion GBLA Bandung. Dari arah selatan, dia berlari menuju titik kerumunan itu.

Aditya merupakan satu dari 8 tersangka pengeroyokan terhadap suporter Persija Jakarta Haringga Sirla (23) di Stadion GBLA Bandung saat laga Persib Bandung melawan Persija Jakarta digelar.

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Aditya yang berlari ke arah kerumunan lantas mendengar suara Bobotoh lain menyebut-nyebut ‘the jak-the jak’. Aditya sempat meminta massa yang mengeroyok untuk berhenti.

“Saya lari dari belakang. Saya bilang setop, ingat ada kejadian almarhum Ricko,” kata Aditya saat melakukan adegan dalam rekonstruksi di Stadion GBLA, Rabu (26/9/2018) siang.

Ricko yang dimaksud Aditya ialah Ricko Andrean, seorang Bobotoh Persib yang juga tewas dikeroyok akibat menyelamatkan Jakmania tahun lalu.

Namun usaha Aditya memberhentikan pengeroyokan itu tak berlanjut. Bobotoh terus melakukan pengeroyokan terhadap Haringga.

Dia mengatakan dia awalnya merasa iba. Akan tetapi, nafsunya muncul saat melihat sticker yang berlogo Jakmania.

“Dari belakang saya ada yang bilang itu The Jak sambil nunjukin sticker. Ya saya juga ikut mukulin akhirnya,” kata dia.

Ia menendang punggung korban dan memukul punggung korban sebanyak dua kali saat posisi korban telungkup. Saat itu, korban juga sudah bersimbah darah.

Selepas melakukan aksi pemukulan, Aditya lantas memegang tinggi-tinggi sticker itu dengan tangan kirinya. Tangan kanannya lantas menyalakan korek gas dan membakar sticker tersebut sambil berdiri di depan Haringga yang sudah lemah terjatuh ke aspal.

“Saya bakar karena marah sama Persija,” kata Aditya tanpa menjelaskan maksud amarahnya.

Aditya lalu berpindah posisi ke belakang Haringga. Dia memegang sebuah balok kayu. Pengakuannya, kayu itu tak dipukulkan dan hanya digenggam sambil berdiri di belakang korban.

Haringga tewas ditempat. Aksi sadis itu direkam dan videonya tersebar di media sosial (medsos). Polisi lantas menangkap 16 orang pelaku yang 8 di antaranya ditetapkan sebagai tersangka termasuk Aditya.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Inilah Alasan Edy Rahmayadi Jengkel Saat Diwawancarai Kompas TV

in Detik News
apa urusan anda menanyakan itu detik-bola

Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi dan Wakil Gubernur Musa Rajekshah menggelar siltaurahmi dengan awak media di Aula Bina Graha Pemprov Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (25/9/2018).

Edy Rahmayadi belakangan menjadi sorotan media massa. Ratusan wartawan tampak hadir pada kegiatan ini.

Berbincang dengan awak media, Edy menyinggung video viral yang memperlihatkan dirinya melakukan pemukulan kepada suporter PSMS Medan di Stadion Teladan.

“Saya mana mungkin melakukan kekerasan kepada anak-anak, saya paling senang kepada anak-anak. Memang tangan saya keras ini, saya sehari saja push up 40 kali masih sanggup, kalau gak percaya kalian pegang tangan saya. Tetapi saya melakukan kemarin itu memarahi anak itu, karena menggunakan flare dan itu dilarang oleh FIFA,” ujarnya.

 

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Mantan Pangkostrad ini juga turut mengomentari sikapnya yang menolak menjawab pertanyaan wartawan saat siaran langsung di Kompas TV.

“Saya sedang banyak tugas, saya sedang pusing, masa kalian tanya semuanya apa gak tambah pusing saya. Karena saya bukan hanya satu pikiran saya, semua saya pikirkan,” kata Edy Rahmayadi kepada para tamu undangan.

“Saya sama wartawan gak mungkin apain wartawan, karena wartawan adalah mata dan telinga bagi Gubenur Sumut, tetapi saya sebetulnya butuh kalian semua untuk Sumut yang lebih bermartabat,” tambahnya.

Edy Rahmayadi menegaskan, menjabat sebagai Gubernur Sumut, ia akan melakukan semuanya dengan hati dan pekerjaan yang keras.

Sebelumnya, Ketua Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Edy Rahmayadi menolak ditanya wartawan tentang pengaruh kinerjanya sebagai Ketua PSSI sekaligus Gubernur Sumatera Utara, terutama di saat krisis seperti kasus tewasnya seorang suporter.

Presenter acara Kompas Petang, Aiman Witjaksono bertanya kepada Edy mengapa kejadian seorang suporter bisa tewas jelang pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018).

“Jadi apa sebenarnya permasalahan kalau ini sudah bisa diantisipasi, kemudian aparat keamanan sudaha memperkirakan tapi tetap terjadi kejadian yang -sekali lagi saya katakan- biadab?” kata Aiman.

Mantan Pangkostrad ini pun menyanggah pernyataan Aiman. Menurutnya, rakyat Indonesia adalah rakyat tang beradab.

“Kalau kita lihat videonya biadab, Pak. Luar biasa. Karena tidak ada satupun yang menolong. Tidak ada satupun yang bisa menghentikan. Tidak ada satupun yang bisa memisahkan…. Tidak ada satupun yang menolong,” balas Aiman.

Dewan Pembina PSMS ini meminta media dan jurnalis tidak menghakimi. Ia juga menekan bahwa saat ini pihak yang berwajib sedang menangani.

“Persepakbolaan kita mulai tumbuh positif. Ini nanti yang akan kita evaluasi lagi. Apa-apa yang harus kita lakukan. Kita tetap yakin bangsa Indonesia adalah bangsa yang beradab. Sehingga insyallah ke depan ini jadi kejadian yang terakhir. Insyaallah. Sama-sama kita doakan.”

Aiman pun mengejar pernyataan harapan Edy Rahmayadi itu dan menanyakan lagi tentang apa yang akan Ketua PSSI lakukan sehingga bisa berharap kejadian tewasnya Haringga Sirila menjadi kejadian yang terakhir.

Edy menyatakan pihaknya akan mengambil tindakan-tindakan yang tegas dan mengatakan aparat sudah melakukan yang terbaik.

“50 ribu orang ada disitu (Stadion GBLA). Ini esprit de corps yang berlebihan sehingga menjadi negatif,” tambahnya.

Aiman pun mengalihkan pertanyaannya dan menyoroti kinerja Edy sebagai PSSI.

“Anda kan sekarang menjadi gubernur sumatera utara. Apakah anda merasa terganggu ketika tugas anda tanggungjawab anda sebagai gubernur kemudian juga menjadi ketua umum PSSI?” tanya Aiman.

Edy Rahmayadi menolak menjawab.

“Apa urusannya anda menanyakan itu?” jawab Edy sambil menyunggingkan senyum.

Menurut Aiman pertanyaan yang ia ajukan sangat sederhana dan sanga narasumber tinggal menjawab saja.

“Bukan hak anda juga bertanya kepada saya,” kata Edy.

“Wartawan punya hak untuk bertanya apa saja,” balas Aiman.

Namun demikian Dalam sesi konferensi pers PSSI terkait kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirila, pertanyaan serupa kembali diajukan.

“Ini persoalannya bukan itu saudara, suatu manajemen berjalan sesuai buku petunjuk pelaksanaan dan program,” kata Edy dalam jumpa pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (25/9/2018).

“Mau siapa pun yang memimpin, dia melakukan pengawasan, mulai dari perencanaan sampai pengawasan. Ini Anda sama seperti Kompas,” ujarnya.

Ditambahkannya, masalah kematian suporter Persija, Haringga Sirila tidak terjadi karena dua jabatan yang tengah diembannya saat ini.

“Tak ada itu urusannya gubernur dengan kejadian bobotoh kemarin. Ini kalian berpikirnya terlalu panjang,” tutur Edy.

Baca: Penjelasan Edy Rahmayadi Seusai Wawancara Kompas TV: Saya Sedang Banyak Tugas, Saya Pusing

“Bukan soal pusing dan tidak pusing, tetapi ini adalah yang harus dikerjakan saat ini,” ucapnya menegaskan.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Bocah Ini Jadi Viral Karena Bulu Matanya Yang Anti Badai

in Detik News
bulu mata panjang detik-bola

Memiliki alis yang tebal dan bulu mata yang lentik tentu menjadi impian semua orang. Namun, bagaimana jadinya jika keduanya justru tumbuh dengan sangat berlebihan? Hal ini yang dialami oleh seorang bocah asal Rusia bernama Muin Bachonaev.

Bocah laki-laki berusia 11 tahun ini memiliki alis yang sangat tebal serta bulu mata yang sangat panjang. Kondisi langkanya ini dialami Muin sejak lahir dan membuat dirinya kerap menjadi perhatian di tengah publik.

Orangtua Muin mengatakan ketika lahir bulu mata Muin bahkan sampai menyentuh bibirnya dan sekarang bulu matanya mencapai 1.7 inci atau 4,3 cm. Meski begitu, Muin mengaku tak merasa terganggu dengan bulu matanya tersebut.

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

“Aku merasa nyaman dengan bulu mata seperti ini dan tak memiliki kesulitan. Aku juga hidup seperti orang biasa dan tak membutuhkan perawatan khusus untuk bulu mataku,” kata Muin seperti yang dikutip dari Mail Online.

bulu mata muin cinematrans7

Penjelasan Dokter

Muin pun masuk dalam Russian Book of Records untuk pemilik bulu mata terpanjang di negaranya. Ayah Muin, Zaidullo, menambahkan bahwa ia sudah mencoba membawa Muin ke beberapa dokter. Meski begitu, semua dokter mengatakan bahwa keadaan anaknya baik-baik saja.

“Kami membawanya ke beberapa dokter berbeda dan dokter memberitahu kami bahwa Muin baik-baik saja dan sehat,” ucap Zaidullo.

Muin setiap hari juga beraktivitas biasa layaknya anak-anak seusianya. Muin mengaku senang bermain bola dan bermimpi untuk menjadi pemain bola yang hebat ketika dewasa nanti. Dokter sendiri mengatakan bahwa ini keunikan yang dimiliki Muin diakibatkan oleh gen yang berbeda dari biasanya.

Hal ini dapat dipengaruhi oleh obat-obatan yang dikonsumsi oleh wanita selama masa kehamilan. Kemungkinan ibu Muin mengonsumsi obat tertentu ketika mengandung Muin.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Ini Alasan Edy Rahmayadi Akhiri Wawancara Sepihak

in Detik News
edy-rahmayadi-cabut cinematrans7

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi, angkat bicara ketika dirinya menolak menjawab pertanyaan wartawan saat siaran langsung di Kompas TV.

Ketua Umum PSSI itu sebelumnya diwawancarai terkait insiden pengeroyokan yang berujung kematian seorang suporter Persija, The Jakmania, jelang laga Persib Bandung kontra Persija.

Namun, di tengah wawancara itu Edy Rahmayadi memutuskan untuk mengakhiri percakapan secara sepihak.

Bahkan, hal ini ia lakukan saat pembawa acara Kompas TV, Aiman Witjakcono, belum selesai memberikan pertanyaan.

Dikutip dari Tribun Medan, Edy Rahmayadi mengungkapkan jika dirinya dalam kondisi pusing saat menjawab pertanyaan wartawan tersebut.

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

“Saya sedang banyak tugas, saya sedang pusing, masa kalian tanya semuanya apa gak tambah pusing saya,” ungkap Edy Rahmayadi dalam acara silaturahmi dengan awak media di Aula Bina Graha Pemprov Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Selasa (25/9/2018).

“Ada wartawan Kompas yang datang, coba mana orangnya berdiri, nah, kau orang, itu tanggungjawab kau, dan dosa kau. Karena saya bukan hanya satu pikiran saya, semua saya pikirkan,” imbuh Mantan Pangkostrad itu.

Di sisi lain, Edy Rahmayadi menegaskan, dirinya akan berjuang keras saat menjabat sebagai Gubernur Sumut.

“Saya sama wartawan gak mungkin apain wartawan, karena wartawan adalah mata dan telinga bagi Gubenur Sumut, tetapi saya sebetulnya butuh kalian semua untuk Sumut yang lebih bermartabat,” tandas dia.

Sebelumnya diberitakan, Edy Rahmayadi terlihat emosi ketika ditanyai oleh Aiman terkait jabatannya sebagai Gubernur Sumatera Utara dan Ketua Umum PSSI dalam peristiwa meninggalnya suporter Jak Mania di Bandung pada hari Minggu (24/9/2018) lalu.

Dilansir TribunWow.com, hal ini seperti yang tampak pada tayangan Kompas Petang “Pembunuhan di Tengah Fanatisme Sepak Bola” yang disiarkan oleh KompasTV, Senin (24/9/2018) malam.

Aiman menanyai Edy Rahmayadi apakah dirinya merasa terganggu dengan tugas dan tanggung jawab menjadi Gubernur Sumatera Utara sekaligus Ketua Umum PSSI.

Dengan singkat Edy menanyakan apa urusan Aiman menanyakan hal tersebut.

Menurut Eddy, bukan hak Aiman bertanya dan dirinya mempunyai hak untuk tidak menjawab.

“Apa urusan Anda menanyakan itu ? Bukan hak Anda juga bertanya kepada saya,” ujar Edy Rahmayadi.

Lantas, Aiman bertanya terkait tersangka pengeroyokan pada Haringga, pendukung Persija yang tewas.

Ia menanyakan keterlibatan PSSI dalam melakukan pembinaan pada suporter.

“Saya ingin bertanya bahwa ada kurang lebih 8 tersangka yang ditangkap di Polrestabes Bandung, ada 2 di antaranya yang di bawah umur.

Sejauh mana PSSI melakukan pembinaan pada suporter bola, tidak hanya Persib, Persija, dll ada Persebaya, Arema Malang, dll.

Bagaimana kemudian PSSI melakukan pembinaan ini?,” tanya Aiman.

Edy Rahmayadi pun menjawab jika pembinaan suporter bukan bagian dari PSSI melainkan kewajiban dari klub bola itu sendiri.

“Suporter dibina oleh klub-klubnya masing-masing.

Kita hanya melakukan imbuan-imbauan. Bahkan apabila suporter melakukan hal-hal yang berlebihan, PSSI sudah memberikan hukuman pada kesebelasan tersebut.

Itu sudah cukup dan dilakukan seluruh negara, saya tak perlu cerita panjang pada operator Kompas,” jawab Edy.

Belum selesai Edy menjawab, Aiman pun memotong dengan mengatakan bahwa penjelasan Edy tersebut bukan ditujukan pada Kompas TV melainkan pada publik.

“Bukan pada Kompas pak tapi pada publik,” sahut Aiman.

Edy menjawab jika pertanyaan yang diberikan kepadanya soal kasus suporter Haringga terlalu berlebihan.

“Anda-anda sepertinya terlalu berlebihan bertanya, Terimakasih saya akhiri, Assalamualaikum,” ujar Edy yang langsung beranjak dari tempat duduknya.

Edy juga sempat terlihat melepas headset yang ia kenakan untuk berkomunikasi dengan Aiman.

Melihat Edy mengakhiri wawancara tersebut, Aiman tertawa dan menjawab salam dari Edy.

“Waalaikumsalam, ini merupakan hak anda (mengakhiri wawancara) pak Edy Ketua Umum Persatuan Sepakbola,” ujar Aiman.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

 

Edy Rahmayadi : Bukan Biadab, Warga Indonesia Beradab

in Detik News
edy_rahmayadi_cinematrans7

Edy Rahmayadi bicara terkait pengeroyokan yang menyebabkan kematian seorang The Jakmania di Bandung. Apa kata Edy?

Edy saat ini sedang berada di Medan. Dia menyempatkan diri berbicara lewat sambungan langsung di Kompas TV, Senin (24/9/2018).

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Pria yang menjabat sebagai Ketua Umum PSSI sekaligus Gubernur Sumatra Utara tersebut ditanya mengenai kejadian tewasnya seorang The Jakmania. Si pewawancara, Aiman Witjaksono,

menyebut pengeroyokan yang dilakukan pihak suporter–dalam hal ini Bobotoh–sudah sangat biadab.

“Bukan biadab kalau, ya. Rakyat Indonesia itu beradab. Jangan mengadili dulu. Pihak yang berwajib sedang menangani sehingga nanti kita tahu,” kata Edy.

“Sepakbola Indonesia ini sedang tumbuh positif, harus kita luruskan itu dulu. Ini insya allah adalah kejadian terakhir,” sambungnya.

Edy ditanya soal keyakinan besarnya jika hal ini adalah yang terakhir. Edy juga menegaskan bahwa aparat sudah melakukan yang terbaik.

“Kami akan ambil tindakan yang tegas, ini yang akan dilakukan. Saya mohon dengan sangat bahwa aparat sudah lakukan yang terbaik,” Edy menegaskan.

Pria 57 tahun itu ditanya apakah sudah melihat video kejadian pengeroyokan di Bandung. Edy mengaku sebagai Ketum PSSI mengikuti perkembangan kejadian.

“Saya ketum PSSI. Saya ikuti kejadian detik demi detik. Jangan gampangnya menyalahkan kami,” ujar Edy.

“Suporter dibina oleh klub. Kita hanya lakukan himbauan. Apabila suporter melakukan kejadian yang berlebihan, PSSI jatuhkan hukuman.”

“Kami akan panggil, lakukan evaluasi, dan sidang. Saya tidak lihat atlet yang salah, tapi suporter,” sambungnya menjawab soal bentuk sanksi yang bakal dikeluarkan.

Edy sempat dapat pertanyaan apakah tugas dan tanggung jawab sebagai Ketum PSSI terganggu setelah menjadi Gubernur Sumatra Utara. Namun, Edy tak menjawab dan memilih menyudahi

pembicaraan tak lama setelahnya.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

 

 

16 Oknum Bobotoh Pengeroyok Suporter Persija Hingga Tewas Ditangkap

in Detik News
bobotoh ditangkap detik-bola

Polisi menangkap 16 orang oknum Bobotoh atau Pendung Persib yang mengeroyok suporter Persija, Haringga Sirla. Akibat kejadian tersebut Haringga tewas.

“Dari 16 orang yang kita tangkap, 8 orang sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota

Bandung, Senin (24/9/2018).

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Penangkapan terhadap para tersangka berawal saat polisi menangkap lebih dahulu sejumlah orang di area Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Bandung, Minggu (23/9). Usai kejadian, tim

Satreskrim Polrestabes Bandung yang dipimpin Yoris menangkap lima oknum Bobotoh.

“Setelah kejadian kita melakukan langkah-langkah dan saat itu juga dilakukan penangkapan terhadap lima orang,” katanya.

Pihaknya lantas membentuk tim guna menangkap pelaku lainnya. Tim lalu menangkap 16 orang lain yang diduga terlibat. Dari 16 yang diamankan, delapan di antaranya ditetapkan tersangka.

“Umurnya bervariasi ada dua orang yang berusia 17 tahun sampai 40 tahun,” ucap Yoris.

Polisi tak akan berhenti sampai di delapan tersangka. Pihaknya masih menyelidiki guna menangkap pelaku lainnya.

“Sampai saat ini masih dalam proses penyelidikan di Satreskrim Polrestabes Bandung,” ujar Yoris.

Haringga tewas dikeroyok oknum Bobotoh saat menonton pertandingan Persib melawan Persija Jakarta, Minggu (23/9) kemarin, di Stadion GBLA. Haringga tewas di tempat usai dikeroyok oknum

Bobotoh.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Polisi Amankan “Begal Pantat”, Korbannya Emak-Emak di Pasar

in Detik News
begal pantat detik-bola

Pria ini mempunyai perilaku menyimpang. Ia suka meremas pantat perempuan, terutama ibu-ibu. Ia biasa melakukannya di pasar.

Kelakuan kurang ajarnya itu membuatnya diamankan warga. Kini, Deni (30) harus berurusan dengan polisi karena perbuatan ‘begal pantat’ yang dilakukannya.

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

“Tersangka ini adalah tukang parkir di Pasar Manukan, Tandes,” ujar Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Kompol Rety Suasmaningsih kepada wartawan, Jumat (21/9/2018).

Reti mengatakan korban Deni sebagian besar adalah ibu-ibu yang sedang berbelanja. Namun ada laporan juga yang mengatakan bahwa Deni juga melakukannya kepada anak-anak.

“Setelah parkir, korban Kemudian dibuntuti. Ketika ada kesempatan, tersangka meremas dan meraba salah satu bagian tubuh korban (pantat). Setelah itu tersangka kabur,” tandas Rety.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Seorang Nenek di Amerika Bunuh Buaya 263 Kg Karena Ini

in Detik News
nenek bunuh buaya detik-bola

Seorang nenek di Texas, Amerika Serikat, tak takut membunuh aligator karena telah memakan minatur kudanya. Aligator tersebut diketahui memiliki panjang 12 kaki (sekitar 3,65 meter).

Dilansir dari The Independent, Jumat (21/9/2018), nenek bernama Judy Cochran itu membunuh aligator seberat 263 kg dengan menggunakan senjata tembak berkekuatan tinggi. Namun tak disebut apa jenisnya.

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Aligator tersebut memakan miniatur kuda kesayangan Cochran di rumahnya di area pedesaan, Goodrich, Texas.

Sebelum ditembak, aligator itu lebih dulu dipancing dengan rakun yang sudah dibumbui. Umpan itu diharapkan membuat aligator datang lagi dan mendekat.

Cochran yang biasa dipanggil ‘Nana’ oleh cucu-cucunya membunuh aligator itu dengan satu tembakan.

“Jangan main-main dengan Nana,” kata Cochran.

“Kita pikir ini adalah aligator yang telah memakan miniatur kuda kita beberapa waktu lalu.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Pendiri Partai Gerindra Nyatakan Dukung Jokowi-Ma’ruf Karena Prihatin HOAX

in Detik News
fahmi fachrudin detik-bola

Salah satu pendiri Partai Gerindra, Fami Fachrudin, menyatakan diri mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin dalam Pilpres 2019.

Dukungan tersebut dibuktikan dengan mendirikan relawan pendukung Jokowi yang diberi nama Relawan Kotak Hijau.

Dilansir Tribun Video dari Tribunnews, Relawan Kotak Hijau resmi dideklarasikan di Restoran Bumbu Desa, Cikini, Jakarta pada Rabu (19/9/2018).

Mantan Ketua DPP Gerindra itu kembali ke politik praktis karena keprihatinannya melihat hasut dan fitnah yang semakin marak berkembang di tengah-tengah umat Islam.

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Fahmi mengatakan, pendirian Relawan Kotak Hijau dilandasi maraknya isu hoax di kalangan umat islam.

“Kotak Hijau mempunyai misi utama untuk mereduksi arus disinformasi dan hoaks yang berkembang di tengah umat Islam,” tutur Fahmi.

Selain itu, Fahmi juga menilai, saat ini umat islam terjebak dalam ujaran kebencian dan mudah terprovikasi.

“Umat Islam, yang seharusnya penuh hikmah, beradab, dan adil, terjebak dalam ujaran kebencian dan informasi provokatif,” imbuh Fahmi.

Fahmi menuturkan bahwa Relawan Kotak Hijau bepegang pada prinsip Islam Washatiyah.

Menurut prinsip tersebut, umat Islam harus mampu berdialog dengan baik di tengah-tengah perbedaan, baik di internal umat Islam maupun di antara komponen bangsa.

“Frasa anti aseng sebaiknya dihindari karena banyak saudara Tionghoa adalah Muslim dan yang non-Muslim adalah anak bangsa Indonesia,” ujarnya.

Fahmi juga mengungkpan alasan Relawan Kotak Hijau dengan tegas mendukung Jokowi-Ma’ruf dalam putaran Pilpres 2019 mendatang.

Jokowi dinilai dekat dengan ulama dan sering mengunjungi pesantren serta dianggap sebagai pribadi yang santun dan pekerja keras.

Menurut Relawan Kotak Hijau, kesantunannya tampak dengan tidak menanggapi berbagai kritikan dan kecaman yang dialamatkan kepadanya kecuali kalau sudah berbau fitnah dan ujaran kebencian.

Selain itu disebutkan, kerja kerasnya tampak dengan pembangunan yang tersebar luas dan prestasi bangsa meningkat.

Sementara itu, KH Ma’ruf menurut Kotak Hijau adalah sosok yang tepat mendampingi Jokowi.

Keulamaan Kyai Ma’ruf dinilai menyejukkan umat dan kepakarannya dalam bidang ekonomi syariah sangat dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi umat.

Beberapa elemen yang turut bergabung dalam relawan Kotak Hijau adalah Generasi Muda Masyumi Indonesia, Forum Alumni PII, Forum Alumni Santri Persis, Pemuda Lintas Mazhab, Habaib Muda Untuk Jokowi, Pemuda Malirja, dan Jamaah Toldemiyah.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Video Wajah Mahasiswa Terluka, Berlumuran Darah Teriak: Kenapa Polisi Mukul?

in Detik News

Ratusan mahasiswa dari organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berunjukrasa di depan Kantor DPRD Sumut, Kamis (20/9/2018) berujung ricuh.

Bahkan seorang dari demonstran sampai terluka dan berlumuran darah menahan rasa sakit di bagian wajahnya diduga terkena hantaman benda keras.

Wajahnya tampak bonyok, sambil memegangi wajahnya mahasiswa tersebut mengaku hanya berdiri dan tidak ikut berdemo, namun tiba-tiba dipukul aparat polisi.

Dia mengaku anak terntara dan hanya berdiri di depan kantor DPRD tapi kenapa masih dipukul oleh aparat. “Ayahku aparat, ayahku tentara, kenapa Polisi ikut mukul,” teriaknya.

Seorang teman disebelahnya menimpali kalau aksi yang mereka lakukan sebenarnya berlangsung damai. Namun situasi kemudian tidak terkendali hingga menjadi ricuh.

“Demi Allah aku berdiri, megang pagar pun aku tidak. Kenapa aku dipukul,” katanya lagi.

agen poker indonesia terpercaya

 Poker Online Terpercaya Indonesia 

Sementara seorang polisi yang berpakaian anti huru hara yang berdiri di depannya berusaha mencairkan situasi. Dia menyuruh awak media yang merekam mahasiswa terluka itu untuk minggir.

Sebelumnya unjuk rasa mahasiswa di Medan berlangsung ricuh, mereka memberi rapor merah kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.

Alasannya mereka berdemo karena Jokowi dianggap gagal dalam melaksanakan amanah yang telah dimandatkan oleh Rakyat Indonesia.

“Pemerintah harus segera menyelesaikan seluruh pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia. Kemudian mendesak pemerintah untuk menyelesaikan segala konflik agraria yang ada di Indonesia,” kata Ketua HMI Cabang Medan, Angga Saputra, di DPRD Sumut, Kamis (20/9/2018)

“Kita juga meminta kepada pemerintah untuk mengehentikan segala bentuk impor khususnya dalam hal pangan, yang dianggap berlebihan dan dapat merugikan masyarakat kalangan bawah serta para petani lokal,” sambungnya.

Sementara itu Kumpulan mahasiswa yang menamakan dirinya Aliansi Mahasiswa Asahan (Aman) berunjuk rasa menolak kampanye tagar Ganti Presiden 2019.

Ketua Aliansi Mahasiswa Asahan (Aman) Cinta NKRI Adlin Pandjaitan menegaskan pihaknya menolak deklarasi Tagar 2019 Ganti Presiden yang marak terjadi akhir-akhir ini yang meniritnua membuat suasana politik liar negeri semakin kacau.

“Kita menolak dengan tegas acara yang bermuatan politik namun mengadu domba dengan dan menularkan rasa kebencian ke masyarakat,” Kamis (20/9/2018).

Menurutnya semua pihak mesti menghindari tindakan yang akan menyebabkan terjadinya gesekan antar kedua belah pihak dan perpecahan ditengah-tengah masyarakat Indonesia khususnya Masyarakat Asahan.

“Menurut kami gerakan #2019GantiPresiden ini bermasalah karena Presiden adalah struktur kelembagaan tertinggi dan merupakan simbol negara,” katanya.

Sehingga,kata Adlin pihak yang ingin mengganti Presiden yaitu pihak yang ingin merubah sistem pemerintahan, dan tindakan tersebut menurutnya sarat dengan aksi makar.

#2019GantiPresiden,kata Adlin merupakan gerakan yang ingin merubah negara dan berimplikasi menggangu stabilitas nasional.

“Kejadian di daerah lain menjadi pembelajaran tersendiri bagi kami masyarakat Asahan yang memiliki tatanan adat dan budaya sertakerukunan yang harmonis,” katanya.

Memurut Adlin, aliansi yang tergabung dari dua organisasi mahasiswa itu, yakni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia itu menyatakan menolak kegiatan Deklarasi #2019gantipresiden yang inkonstitusional demi kondusifitas Kamtibmas di kabupaten Asahan.

“Menolak Segala Bentuk Isu Agama untuk Kepentingan Politik yang dapat memicu Perpercahan di masyarakat Kabupaten Asahan, menolak segala bentuk upaya terselubung untuk merubah sistem negara yang dapat menghancurkan NKRI,” katanya.

Sementara itu Sekretaris Aman, Suhairi Nahdar pandjaitan menyetakan pihaknya juga menolak secara tegas segala bentuk provokasi SARA, penyebaran berita bohong ( hoaks) dan ujaran kebencian.

“Kami juga mendesak aparat untu tidak menerbitkan/mengeluarkan izin Deklarasi #2019 Ganti Presiden karena sarat akan pesan Provokatif yang menciptakan Konflik horizontal di tengah masyarakat,” katanya.

Aman, kata Suhairi bertanggung jawab membangun sinergis positif konstruktif dengan seluruh elemen masyarakat agar berdemokrasi secara sehat, beretika, dan bermoral untuk menjaga serta melindungi keutuhan NKRI.

Di lain pihak, Kapolres Asahan AKBP Yemi Mandagi menyatakan bahwa dirinya selaku unsur Forkopimda Kab. Asahan, dan khususnya selaku Kepala Kepolisian Polres Asahan berjanji mengambil langkah-langkah dan kegiatan guna menjaga ketertiban di Asahan.

“Kami juga mengantisipasi dan menjaga timbulnya ujaran kebencian serta provokasi dan perpecahan antar masyarakat dan antar agama, khususnya di Kabupaten Asahan,” ungkapnya.

Apabila ada oknum yang mengganggu kamtibmas, kata Yemi, maka pihaknya akan memberikan sanksi hukum dan ditindak tegas.

Detik Bola | Berita Bola, Ulasan Panduan, Galeri, Jadwal Bola, Pasaran Bola

Bandar 36 Agen Bola Terpercaya

Go to Top